FORS BOOSTER DIESEL
FORS BOOSTER DIESEL (Cetane System Optimizer)
Mengoptimalkan Kinerja Mesin Diesel
PENDAHULUAN
Berbicara
tentang solar, agaknya bukan merupakan sesuatu hal yang tidak lazim di
Indonesia. Sebagai bahan bakar ke-2 yang terbanyak digunakan di
Indonesia, hampir semua orang di Indonesia pasti mengenal bahan bakar
yang selalu tersedia di SPBU-SPBU ini. Bahan bakar yang selalu
berhubungan dengan industri dan perdagangan di Indonesia, termasuk
kendaraan-kendaraan operasionalnya (truk, mobil angkutan barang, mobil
operasional, dan bus), dan mesin-mesin industri telah menjadi nyawa
bagi berputarnya roda industri di negeri tercinta ini.
Dalam bahasa kimia, istilah solar mengacu pada hasil penyulingan minyak bumi yang memiliki rantai karbon antara C10 sampai dengan C22 dengan
perbandingan tertentu untuk mencapai kinerja yang ditetapkan. Seperti
lazimnya hasil pengolahan minyak bumi, sangat sering terjadi
perbandingan campuran yang diinginkan tidak bisa didapat hanya dari
hasil penyulingan saja. Tetapi harus juga melalui pengolahan lebih
lanjut untuk merekayasa campuran dalam solar agar tercapai kinerja solar
sesuai dengan kriteria tetapan.
KRITERIA TETAPAN
Beberapa kriteria tetapan pada solar agar kinerja solar menjadi optimal adalah :
-
Nilai Cetane & Opitmalisasi Pembakaran
-
Detergency (bersihnya mesin dari kerak)
-
Stability (tidak mudah teroksidasi)
-
Lubricity (pelumasan pada mesin)
-
Cold weather performance (daya tahan terhadap suhu agar tidak membeku)Note : di Indonesia tetapan ini tidak terlalu diperhatikan karena suhu rata-ratanya selalu di atas 10 derajat Celsius.
-
Fuel System Protection (system proteksi pada bahan bakar terhadap hal-hal tak terduga).
PEMBAKARAN YANG SEMPURNA
Suatu
konsep dasar yang paling penting untuk dibahas adalah pembakaran
sempurna. Pembakaran yang sempurna menghasilkan Karbon Dioksida (CO2)
sementara pembakaran yang tidak sempurna menghasilkan Karbon Monoksida
(CO) dan abu/jelaga. Pembakaran yang sempurna juga menghasilkan energy
yang lebih besar dibandingkan dengan pembakaran tidak sempurna. Konsep
dasar ini selalu sama untuk setiap pembakaran, termasuk di mesin diesel.
Nilai
yang paling popular pada bahan bakar solar adalah nilai Cetane. Banyak
sekali orang yang kurang paham tentang nilai Cetane dan menganggap bahwa
semakin tinggi nilai ini pada solar, semakin sempurna pembakaran pada
solar dan nilai ini dianggap satu-satunya nilai yang penting untuk
diperhatikan. Anggapan ini sebenarnya melenceng cukup jauh, dan penting
untuk diluruskan.
Mari kita lihat definisi nilai Cetane. Nilai Cetane mengacu pada kecepatan solar terbakar sendiri (self ignite)
setelah diinjeksi. Nilai Cetane merepresentasikan waktu tunda antara
proses injeksi dan pembakaran solar. Nilai 100 untuk waktu tunda yang
hampir tidak ada antara proses injeksi dan pembakaran sementara nilai 0
untuk waktu tunda yang lama, jauh diatas waktu siklus piston bergerak.
Seperti
kita ketahui bersama, setelah injeksi terjadi, atomisasi partikel solar
diberi waktu secukupnya untuk berevaporasi dan bercampur dengan udara
serta diberi tekanan yang terus meningkat di ruang pembakaran. Pada
tingkat tekanan tertentu campuran itu terbakar sendiri dan menghasilkan
ledakan yang akan menggerakan piston. Ledakan harus terjadi dengan cepat
dan menghasilkan energy ledak yang cukup agar piston bergerak sempurna
dan menghasilkan emisi CO2 tanpa atau sesedikit mungkin abu/jelaga.
Harmonisasi
antara waktu siklus piston bergerak dan nilai Cetane pada solar
merupakan satu aspek yang harus diperhatikan agar mesin bergerak secara
harmonis tanpa hambatan, tapi juga jangan lupa aspek energy ledak dan
kecepatan ledak agar mesin menghasilkan tenaga gerak yang lebih besar
dan sesedikit mungkin panas pada mesin sehingga efisiensi bahan bakar
berada pada level tertinggi dan umur layan mesin lebih panjang.
Pada
praktiknya di lapangan, nilai Cetane yang terlalu rendah ataupun
terlalu tinggi terhadap waktu siklus piston bergerak serta energy ledak
dan kecepatan ledak yang rendah, keduanya bersama-sama mengakibatkan
pembakaran yang tidak sempurna. Hasilnya adalah emisi gas buang yang
mengandung banyak CO dan abu/jelaga.
ASPEK PENDUKUNG YANG JUGA PENTING
Beberapa
aspek ini memiliki peran yang juga tidak kecil dalam mewujudkan
pembakaran yang sempurna dan umur layan mesin/kendaraan yang lebih lama.
Karena itu solar harus dipekaya dengan beberapa tambahan zat tertentu
agar aspek-aspek di bawah ini dapat diatasi.
Pelumasan. Bahan bakar solar harus memiliki kemampuan untuk
melumasi ruang pembakaran yang berfungsi untuk mengurangi gesekan dan
panas akibat pembakaran. Pada awalnya digunakan sulfur yang mempunyai
kemampuan melumasi yang sangat baik. Kelemahannya adalah apabila terjadi
pembakaran yang tidak sempurna, sulfur akan berubah menjadi asam dan
mampu mengkorosi mesin serta berbahaya bagi manusia dan alam. Akhirnya
sulfur digunakan sesedikit mungkin dan digunakan bahan lain yang juga
merupakan hidrokarbon sebagai pelumas sehingga tidak merusak mesin dan
aman bagi manusia dan lingkungan.
Dispersant. Terjadinya abu/jelaga yang terkumpul di ruang
pembakaran harus bisa di pecah menjadi partikel-partikel yang sangat
kecil dan dibuang sebagai emisi agar ruang pembakaran dan injektor
selalu bersih sehingga kualitas pembakaran yang sempurna selalu terjaga.
Penstabil Oksidasi. Solar diperkaya dengan penstabil
oksidasi untuk mengurangi degradasi solar pada jangka waktu lama dan
juga penghambat terbentuknya deposit karbon.
FORS BOOSTER DIESEL
Solar
di Indonesia memiliki kualitas yang beragam di berbagai tempat. Di
Pulau Jawa, solar memiliki kualitas terbaik dibandingkan dengan di
pulau-pulau lainnya. Memiliki Index Cetane yang cukup tinggi (di atas 45). Mengapa disebut tinggi? Karena menurut Patrick Swan,
seorang ahli di bidang analisis kegagalan mesin, mesin diesel dengan
teknologi baru membutuhkan solar dengan nilai cetane antara 45 – 50.
Sementara mesin-mesin diesel lama mensyaratkan di bawah itu.
Hanya saja, seperti telah dibahas sebelumnya, Nilai Cetane bukan satu-satunya penentu kualitas solar. Dibutuhkan juga energi ledak dan kecepatan ledak
yang tinggi dan juga aspek-aspek pendukung yang harus dipenuhi. Karena
itu perlu diuji apakah kualitas solar di Jawa sudah baik? Kalau di jawa
saja sudah kurang baik, apalagi di luar jawa yang memiliki kualitas
solar di bawah pulau jawa.
Bagaimana
cara termudah menyatakan baik buruknya kualitas solar? Sangat mudah.
Beberapa pertanyaan di bawah ini bisa mengukur baik buruknya kualitas
solar.
Setelah
mesin/kendaraan menggunakan solar selama sekurang-kurangnya 2 tahun dan
mesin dirawat sesuai aturan perawatan berkala berdasarakan buku
petunjuk, apakah :
-
Mesin/kendaraan mengeluarkan asap hitam dan berpasir?
-
Mesin/kendaraan bersuara dan bergetar keras?
-
Mesin/kendaraan semakin lama semakin boros?
-
Ketika turun mesin, mengandung banyak lumpur mesin dan berkerak?
Kalau jawabannya ya, maka memang kualitas solarnya tidak baik.
FORS BOOSTER DIESEL
adalah aditif yang dirancang untuk meningkatkan kualitas solar agar
memiliki semua aspek-aspek yang telah dibahas sebelumnya. Ia bisa meningkatkan Nilai Cetane secukupnya, meningkatkan energy ledak dan kecepatan ledak untuk menghasilkan pembakaran yang sempurna, dan diperkaya dengan zat-zat tertentu untuk memenuhi aspek-aspek pendukung.
Menggunakan FORS BOOSTER DIESEL sebagai aditif pada solar akan menghasilkan mesin/kendaraan yang :
Menghasilkan emisi gas buang yang sangat sedikit mengeluarkan asap hitam
Menghasilkan emisi gas buang yang ramah bagi manusia dan lingkungan
Bersuara dan bergetar jauh lebih halus
Lebih hemat bahan bakar (solar)
Mesin yang bersih dari kerak dan lumpur mesin
Memiliki umur layan yang mencapai 25 % lebih lama.
CARA PENGGUNAAN
FORS BOOSTER DIESEL
berbentuk cairan, dimasukkan ke dalam tangki bahan bakar pada saat
mengisi solar. Dosis yang digunakan adalah 1 ml / liter solar yang
dimasukkan ke dalam tangki. FORS BOOSTER DIESEL yang
dimasukkan ke dalam tangki akan tercampur sempurna kurang lebih 10 menit
dalam kondisi mesin bergetar atau kendaraan bergerak dengan kecepatan
rendah.
Dosis
dimulai dari 1 ml/liter, masukkan pada tangki bahan bakar pada saat
pengisian. Setelah 3 kali penggunaan, apabila dirasa tidak ada
perbedaan, barulah ditingkatkan dosisnya. Bisa ditambah menjadi 1,5
ml/liter.
Cara Pemesanan FORS BOOSTER Hubungi Bpk. Agus Purwanto Hp: 081340765077
- Pembelian Pertama kali Transfer ke Rekening kami dibawah ini sebesar Rp.100.000,- dengan Rincian; Rp.30.000,- utk biaya Registrasi sekali seumur hidup, Rp.45.000,- untuk 1 Produk FORS BOOSTER, RP.25.000,- untuk Brosur dan Ongkos Kirim.
- Pembelian kedua Transfer Rp.75.000,- untuk Produk dan Ongkos Kirim.
- Setelah Transfer SMS dgn FORMAT: 3FORS#NAMA#KOTA#JUMLAHTRANSFER#BANKTUJUANTRANSFER Contoh; 3FORS#AGUS#BEKASI#100435#BCA SMS ke Bpk Agus Purwanto HP: 081340765077